Kontak Kami: (+6221) 344 9335
Catatan di Balik Toga Merah, Buku Kumpulan Kisah Inspiratif Karya DY Witanto

Jakarta, IKAHI.OR.ID - Darmoko Yuti Wi­tanto, Hakim Yustisial Biro Hukum dan Humas di Mahkamah Agung RI dikenal karena produktivitasnya menulis belasan buku bertemakan hukum. Buku-bukunya seringkali menjadi sumber rujukan bagi para koleganya di lingkungan peradi­lan Mahkamah Agung. Namun, buku Witanto berjudul Catatan di Ba­lik Toga Merah merupakan sebuah buku yang ditulis di luar kebiasaannya yang acap menulis buku ilmiah.

“Buku ini berisi gambaran nyata dari sisi kehidupan seorang hakim yang dikemas dalam bentuk cerita-cerita fiksi. Setiap penggalan cerita dipenuhi oleh makna dan pesan moral yang dapat memberikan kesejukan bagi jiwa-jiwa yang gersang dan mampu menggugah setiap kebekuan hati dari para pembacanya,” jelasnya (5/?3/?2020).

Di buku ini, Witanto berupaya menggambarkan bagaimana lika-liku dan tantangan seorang hakim ketika sedang mengungkap misteri dalam sebuah perkara dengan menyuguhkan alur cerita yang unik dan inspiratif.

Selain memenuhi gairahnya dalam menulis, salah satu obesesi Witanto sendiri adalah menulis buku yang hasil penjualannya dididonasikan untuk beasiswa bagi anak-anak di lingkungan peradilan yang orang tuanya telah berpulang. “Itu salah satu obsesi saya sebagai penulis yang belum sempat terwujud,” ungkapnya.

Menurut Witanto, ide penulisan buku ini bermula ketika ia mendapat kabar bahwa seorang sahabatnya, YM Muhammad Noor, S.Ag (Hakim Yustisial Biro Hukum dan Humas) meninggal saat menjalankan tugas. Ia mengaku kaget karena sore sebelumnya, masih sempat berkomunikasi dengan almarhum melalui WA dalam rangka penyusunan Laptah. Namun di balik itu, satu hal yang membuatnya berfikir dengan banyaknya sahabat-sahabat hakim yang meninggal dan di antaranya masih berusia muda.

“Seandainya saya yang meninggal, lalu bagaimana dengan nasib anak, istri dan keluarga? Apalagi istri hanya seorang ibu rumah tangga. Mari kita berbagi untuk sahabat, karena putra-putri dari sahabat kita adalah putra-putri kita juga,” tuturnya.

Buku Catatan di Ba­lik Toga Merah di­hara­p­kan akan men­jadi me­dia pengab­dian dan dedikasinya se­ba­gai penulis sekali­gus pengabdi di lingkun­gan peradi­lan. Hasil pen­jualan buku ini ren­canaya akan didedikasikan un­tuk anak-anak ya­tim dari te­man-te­man hakim dan pe­gawai peradi­lan.

“Saya in­gin men­jadi lebih berman­faat melalui buku den­gan se­man­gat sal­ing berbagi un­tuk sa­ha­bat. Gore­san pena hanya rangka­ian kata dan ak­sara, itu akan bermakna pada saat mem­beri man­faat bagi sesama,”pungkas Wi­tanto.

 

Sambutan Hangat  dari Para Kolega

Ke­tua Pen­gadi­lan Negeri Liwa, Juli Arta menyam­but baik ke­hadi­ran buku Catatan Diba­lik Toga Merah: Kumpu­lan Kisah In­spi­ratif yang di­t­ulis oleh DY Wi­tanto.

“Kami pe­san 30 eks un­tuk satu kan­tor PN Liwa, ini buku yang bagus sekali un­tuk dibaca para hakim dan pe­gawai pen­gadi­lan kami, saya aykin kawan-kawan di pengadi­lan lain juga akan ter­tarik mem­baca buku ini,” ujar Juli (7/?3/?2020).

 Juli Arta juga men­gapre­si­asi se­man­gat berbagi dari buku ini yang selu­ruh ke­un­tun­gan pen­jualan­nya akan diberikan un­tuk kegiatan sosial.

Tak mau ket­ing­galan den­gan PN Liwa, Ke­tua PN Gu­nung  Sugih Syam­sul Arief juga meme­san 50 ek­sem­plar buku Catatan di Ba­lik Toga Merah karya DY Wi­tanto.

“Kami di PN Gu­nung Sugih juga menyam­but baik niat baik kolega kami Wi­tanto dan ikut meme­san 50 ek­sem­plar,” ujar pria yang ak­tif dalam berba­gai kegiatan sosial terse­but, Sabtu (7/?3/?2020).

Syamsul men­gaku men­ge­nal Wi­tanto se­ba­gai hakim yang pro­duk­tif dalam melahirkan buku-buku.

 

Admin